
Sejak Orang Israel mengenal hukum taurat, maka mereka menjadi penghafal dan penganut kuat isi dari hukum taurat tersebut. Karena memang hukum itu berasal dari Allah, melalui perantaraan Musa. Akan tetapi seiring waktu berjalan, secara tidak sadar orang israel mulai menempatkan hukum taurat itu sebagai prioritas hidup yang harus benar - benar dipatuhi tanpa alasan apapun. Tidak jarang dibumbui kemunafikan dan pengkerdilan maksud dari hukum tersebut.
Allah sangat tidak senang dan membenci sikap orang - orang Israel tersebut. Sampai dia mendatangkan Yesus Kristus, sang juruselamat, untuk mematahkan kuasa hukum taurat tersebut. Secara tidak sadar orang Israel, hidup dibawah " kutuk " hukum taurat. Ya, hukum taurat berubah menjadi kutuk, bagi siapapun yang melanggarnya ..
" Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum taurat, berada dibawah kutuk. Sebab ada tertulis : Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum taurat " ( Gal 3 : 10 ).
Akan tetapi bangsa Israel masih tegar tengkuk, dan tidak percaya akan eksistensi dan tujuan sebenarnya dari Yesus. Melalui Yesus Kristus, keselamatan dan kebenaran hukum Allah benar - benar nyata. Karena Allah sendiri telah berjanji, untuk memberkati semua keturunan Abraham. Sehingga segala sesuatu yang menghambat berkat itu harus dipatahkan. Karena umat Israel tidk percaya, maka Allah melebarkan maksud dan sasaran dari janji tersebut. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, adalah keturunan Abraham !!!
" Yesus Kristus telah membuat ini, supaya didalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa - bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu " ( Gal 3 : 14 ).
Baca, Galatia 3 : 1 - 29