Tidak perlu menjadi orang yang berpengalaman dalam hal rohani saja untuk bisa dikasihi dan dikenal Allah, tetapi orang yang berpengalaman dan malah menjadi kebiasaan hidup untuk mengasihi orang lain, itulah orang yang dikenal dan dikasihi Allah.
Siapakah yang akan dikenal Yesus ? Rasul Paulus menulis " Tetapi orang yang mengasihi Allah, dia dikenal oleh Allah " ( 1 Kor 8 : 3 ), pasti kita berkata : " aku telah mengasihi Allah ( melayani terus menerus, berdoa, berpuasa, berbuat baik dll ) aku hanya tidak mengasihi saudara yang telah menyakiti hatiku " .... jika itu pendapat kita, maka ibarat sebuah timbangan, maka timbangan kita menjadi berat sebelah. Untuk membuat timbangan kita seimbang, maka ada tertulis : " Jikalau seorang berkata : " aku mengasihi Allah dan dia membenci saudaranya, maka dia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya " ( 1 Yoh 4 : 20 ) ... Tuhan itu adil dan maha pengasih. Ibarat timbangan, jika kita ingin se gambar denganNya, maka kita harus menjadi timbangan yang adil pula ...
Tuhan Yesus memberkati ...
Jumat, 25 Mei 2012
Kamis, 17 Mei 2012
TUHAN MELIHAT KUALITAS, BUKAN KUANTITAS
Orang dunia suka mengukur segala sesuatu berdasarkan kuantitas, dan menomorduakan kualitas. Bahkan kualitas sengaja dikaburkan untuk mengejar kuantitas. Suatu pabrik dengan segala cara, berusaha memproduksi barang dalam jumlah banyak, akan tetapi tidak diiringi dengan kualitas yang baik. Bahkan celakanya, kualitas itu sengaja diproses secara jahat ( misal : membuat tahu berformali dll ). Padahal tindakan itu sangat berbahaya.
Tuhan melihat kualitas hidup kita sebagai ukuran terutama, bukan lamanya hidup ... Tuhan tidak peduli bangsa Israel berputar - putar di padang gurun selama 40 tahun ( kuantitas ). Sampai Dia meendapatkan bangsa Israel baru, yang layak masuk ke tanah Kanaan. ... Tuhan tidak melihat setua dan bertahun - tahun lamanya Abraham ( kuantitas ) menantikan seorang anak yang dijanjikan Tuhan. Ia menantikan kualitas iman dan kesabaran Abraham, sampai Abraham bisa mendapatkan apa yang ia idamkan.
Begitu pula Tuhan, tidak memandang kita terus tersiksa batin bertahun - tahun, sampai kita tiba di titik dimana kita wajib mengampuni seseorang ... bahkan bertahun - tahun lamanya kita menantikan kesembuhan ( kuantitas ), sampai kita sadar bahwa iman kita lah yang mampu menyelamatkan .. so, janganlah kita terlarut didalam lamanya kita berpacu dengan waktu, akan suatu masalah yang membelit. Segeralah datang kepada Tuhan, maka kuantitas hidupmu akan berubah menjadi berkualitas ..
Tuhan Yesus memberkati
Langganan:
Postingan (Atom)